|
|
|
HALAMAN MUKA | ENGLISH |
|
INFORMASI DARI DUBAI
Kegiatan Promosi Investasi Indonesia Kegiatan Promosi Investasi Indonesia, berupa Business Meeting, Gala Dinner and Cultural Performance telah diselenggarakan di Hotel Madinat Jumeirah, Dubai, Persatuan EMmrat Arab (PEA) pada tanggal 19 April 2010. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan KBRI ABu Dhabi dan KJRI Dubai. Business Meeting dihadiri oleh wakil-wakil dari 30-an perusahaan menengah besar yang telah atau berminat investasi di Indonesia. Duta Besar RI, Bapak M. Wahid Supriyadi berkesempatan menyampaikan welcoming remarks yang dilanjutkan dengan paparan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Bapak Darmawan Djajusman. Acara Business Meeting kemudian diiikuti oleh Gala Dinner dan Cultural Performance yang dihadiri oleh para pengusaha dan profesional di berbagai sektor. Sambil menikmati hidangan makan malam, para undangan dihibur oleh berbagai penampilan seni antara lain : tari Lenggang Nyai, Fashion Show oleh Chossy Latu, Tari Rampai Aceh dan Angklung Mang Ujo. Para undangan tidak saja terhibur tapi terkagum-kagum, terutama oleh penampilan Angklung Mang Ujo yang sangat interaktif.
Business Lunch Meeting: Promosi Investasi BKPMD Jawa Barat di Dubai Mencari peluang investasi dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam situasi apa saja. Hal ini tercermin dari penyelenggaraan business lunch meeting yang diadakan di Novotel Hotel, Dubai pada hari Selasa, 24 Nopember 2009 silam. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama yang baik antara Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jawa Barat dengan KJRI Dubai dan KBRI Abu Dhabi. Business meeting dibuka oleh Duta Besar RI untuk Persatuan Emirat Arab (PEA), H.E. M. Wahid Supriyadi yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Jawa Barat, Bapak Iwa Kurniwa. Salah satu hal menarik dari kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 25 pelaku usaha di Dubai tersebut adalah adanya testimony dari Dubai Port World (DP World) yang telah melakukan investasi di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Investor tersebut menyatakan akan memperpanjang investasinya hingga 20 tahun mendatang dan merencanakan untuk memperluas investasinya dalam pengelolaan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Testimony yang disampaikan oleh Mr. Suhail Al Banna, Vice President DP World langsung membuat suasana meeting menjadi lebih hangat dan menarik. Pada sesi diskusi berbagai pertanyaan pun timbul dari para calon investor yang menyatakan ketertarikannya guna mengikuti jejak sukses pihak DP World. Secara keseluruhan kegiatan tersebut berjalan baik. Adapun hal-hal yang didapatkan pada saat sesi diskusi adalah: Mr. Ali Khalil Al Sayegh, CEO Al Tanmiyah Dubai Islamic Bank misalnya merencanakan akan merekrut tenaga kerja semi profesional dan profesional dari Indonesia untuk bidang engineer dan security officer. Beberapa investor yang lain menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi batu bara di Kalimantan, dan geothermal di Jawa Barat. Mr. Roger Leitner, Executive Director, UBS meminta informasi mengenai fasilitas dan insentif yang diberikan kepada investor asing terkait dengan pembangunan bandara internasional di Jawa Barat. Tidak ketinggalan obat tradisional Jawa Barat untuk perempuan pun diminati untuk dibeli dan dipasarkan di Timur Tengah oleh salah seorang peserta meeting yang berkebangsaan India. Seusai acara Mr. Fakih N.P., managing director, Fakih Group of Companies membawa Kepala BKPMD Jawa Barat dan rombongan untuk meninjau langsung perusahaannya yang berniat untuk melakukan kerjasama di bidang furniture dan kerajinan tangan.
Emirates Menambah Armada A380s Emirates airline akan membeli empat tambahan Airbus A380s menyusul pemesanan 43 pesawat yang sama pada tahun 2003 yang mengalami keterlambatan pengiriman. Emirates, maskapai penerbangan terbesar di dunia dalam hal lalu lintas penumpang , kini telah memesan 47 A380s yang mampu mengangkut 555 penumpang dalam 3 kelas. Dengan harga per unit berkisar antara US$ 296 – 316 juta, kesepakatan pembelian tersebut bernilai sekitar US$ 1,2 milyar. Beberapa minggu sebelumnya, Emirates telah menyelesaikan perundingan dengan pihak Airbus mengenai kompensasi atas keterlambatan penyerahan A380s yang sedianya akan diserahkan pada bulan Oktober 2006, kini dijadwalkan pada Agustus 2008. Meskipun demikian, menurut pejabat Airbus, tambahan empat A380s bukan merupakan bagian dari paket kompensasi. Sejak tahun 2001, Emirates telah menetapkan A380 sebagai armada intinya untuk membantu pencapaian tujuan ekspansi usaha, khususnya bagi penerbangan jarak jauh ke AS dan Australia. Armada A380 akan berperan penting dalam upaya memenuhi pertumbuhan laju penumpang. Dalam tahun 2006, laba bersih yang diperoleh Emirates mencapai US$ 844 juta dengan mengangkut 17,5 juta penumpang, melampaui perolehannya tahun 2005 sebesar US$ 674 juta.
Emaar Bangun Kawasan Wisata di Lombok Investor di bidang pengembang property dari Dubai (Uni Emirat Arab), EMAAR Properties LLC, bekerja sama dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan segera mengembangkan pariwisata kawasan Lombok seluas 1.175 ha dengan proyek bernilai sekitar US$ 600 juta dolar. PPA yang bertindak untuk dan atas nama Menteri Keuangan RI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka mengembangkan kawasan pariwisata Lombok (MoU in Relations to Lombok Tourism Development Complex) dengan EMAAR Properties LLC pada tanggal 30 April 2007. Penandatanganan dilakukan oleh Mohammad Syahrial selaku Dirut PPA dan Mohamed Ali Alabbar selaku Chairman EMAAR Properties. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Wakil Presiden, Menteri Keuangan, Menneg BUMN, Menteri Perhubungan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Staf Khusus Presiden RI untuk Wilayah Timur Tengah, dan Gubernur NTB. Penandatanganan MoU tersebut mendandai awal dimulainya kerjasama antara PPA selaku wakil pemerintah dengan investor perusahaan pengembangan properti EMAAR. Dalam waktu tiga bulan ke depan, kedua belah pihak diharapkan dapat merundingkan rencana pelaksanaan pengembangan pariwisata di Lombok secara lebih komrehensif. Direncanakan proyek pengembangan pariwisata kawasan Lombok sudah dapat direalisasikan secara keseluruhan pada tahun 2009. Catatan: Emaar merupakan perusahaan pengembang properti terkemuka di Dubai dengan portofolio proyek luar negerinya mencapai sekitar US$ 60 milyar yang tersebar di kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, Amerika, Eropa dan Asia. Menurut Ketua Emaar, Indonesia merupakan pasar ke-16 bagi Emaar dan pembangunan proyek di Lombok akan memberikan peningkatan yang cukup signifikan bagi portofolio Emaar di kawasan Asia Tenggara. Menurut pengamatan Emaar, Lombok merupakan salah satu tujuan wisata di Indonesia yang sangat menjanjikan dan dengan pembangunan beberapa fasilitas berkelas dunia, akan menjadikannya magnet bagi para wisatawan manca negara.
Emirates Tingkatkan Investasi Dalam Perhotelan Emirates yang merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di kawasan Timur Tengah terus mengembangkan portofolionya di bidang perhotelan dan menjadikannya sebagai salah satu model usaha utama. Investasi terbaru Emirates tersebut adalah proyek pembangunan Emirates Cap Ternay Resort & Spa di Seychelles senilai US$ 253 juta yang merupakan investasi internasional terbesar Emirates. Kompleks resort tersebut akan terdiri dari 55 villa mewah dengan 416 kamar dan akan beroperasi pada tahun 2010. Bila telah beroperasi, Emirates Hotels & Resorts akan merekrut 700 staf dengan dibekali pelatihan dan pendidikan terkait. Disamping pembangunan resort di Seychelles, hingga saat ini Emirates tengah membangun 6 proyek serupa yang dijadwalkan akan selesai dalam 3 tahun mendatang. Sementara di Dubai sendiri, Emirates akan membangun hotel dengan 1500 kamar sebagai upaya untuk membantu memenuhi permintaan akan akomodasi di Dubai yang terus meningkat. Catatan : Disamping pertumbuhannya yang pesat dalam industri penerbangan, Emirates tampaknya akan menjadikan bidang perhotelan dan hospitality sebagai salah satu andalan utama perusahaan. Investasi internasional Emirates dalam pembangunan berbagai resort di beberapa negara tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan namun akan sangat membantu pengembangan potensi pariwisata negara tersebut. Indonesia mungkin dapat menjajaki kemungkinan kerjasama tersebut mengingat potensi wisata Indonesia yang berlimpah dan saat ini Emirates telah terbang setiap hari secara regular ke Jakarta.
Dubai Tuan Rumah Pameran Kecantikan Timur Tengah (Beauty-world Middle East) Pemerintah Dubai akan menjadi tuan rumah penyelenggara Pameran Kecantikan Timur Tengah ke-12 pada tanggal 20-22 Mei 2007. Pameran tersebut merupakan pameran dalam bidang kecantikan yang terbesar di kawasan Timur Tengah dengan menghadirkan 950 peserta yang mewakili 1300 merk dari 55 negara. Perkembangan industri kosmetik di Timur tengah menujukkan peningkatan yang cukup signifikan. Masyarakat di kawasan ini cenderung semakin memperhatikan masalah perawatan diri, hal ini terlihat dari meningkatnya penjualan produk-produk perawatan/ kecantikan. Pada tahun 2005, pasar bagi produk perawatan/kecantikan di PEA tercatat mencapai nilai 1,52 milyar Dirham (US$ 382 juta), meningkat US$ 120 juta dibanding tahun sebelumnya. Catatan : penjualan produk-produk perawatan/kecantikan di Timur Tengah tumbuh sebesar 12 persen per tahun dan konsumsi kosmetik dan parfum per kapita di Timur tengah termasuk yang tertinggi di dunia dengan rata-rata pembelian sekitar US$ 334 per orang. Beberapa hal yang mendorong terjadinya hal tersebut antara lain : sekitar 60 persen penduduk di kawasan Timur Tengah relatif berusia muda (sekitar 25 tahun dan kondisi iklim Timur Tengah yang turut mendorong masyarakat memakai produk-produk perawatan. Perkembangan diatas dapat dimanfaatkan oleh industri kecantikan/kosmetik Indonesia mengingat pasar untuk produk tersebut cukup besar, tentunya dengan megadakan penyesuaian produk-produk Indonesia tersebut dengan kondisi iklim di Timur Tengah.
Kenaikan Sewa Properti dibatasi 7 persen Shaikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden PEA dan Emir Dubai telah mengeluarkan keputusan yang menetapkan batas maksimal kenaikan sewa tahunan bagi semua properti di Dubai sebesar 7 %. Hal ini berlaku bagi semua kontrak perjanjian sewa properti yang akan diperbaharui pada tahun 2007 dengan syarat tidak ada kenaikan sewa properti tersebut pada tahun 2006. Salah satu Pasal dalam Keputusan tersebut juga menyebutkan bahwa tidak akan ada kenaikan sewa pada tahun 2007 bagi kontrak yang telah ditandatangani pada tahun 2006 dengan penghuni baru. Untuk menjamin pelaksanaan Keputusan tersebut di lapangan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya perselisihan (dispute) antara pemilik (landlord) dan penyewa (tenant), Pemerintah Dubai telah membentuk Dubai Rent Committe. Menurut Nasser Saidi, ekonom dari Pusat Keuangan Internasional Dubai, penetapan batas maksimal 7% tidak hanya berpengaruh pada sektor properti tapi juga akan membantu mengurangi tingkat inflasi hingga 6-7 persen. Namun harus diakui, bahwa tingginya sewa properti selama ini telah mendorong terjadinya booming di sektor konstruksi. Di lain pihak, Keputusan mengenai pembatasan kenaikan sewa ini disambut gembira masyarakat asing yang tinggal di Dubai. Sebelum Keputusan baru diumumkan, banyak masyarakat asing yang tinggal di properti sewaan telah berencana untuk pindah ke tempat lain yang lebih kecil, mengurangi acara belanja dan wisata, sharing tempat dengan penyewa lain, bahkan ada yang berencana untuk memulangkan anggota keluarganya ke negara asal. Sementara beberapa perusahaan ada yang telah memindahkan kantor mereka dari Dubai ke Sharjah. Catatan : Selama ini, tingginya harga sewa properti telah menjadi masalah utama bagi para ekspatriat yang tinggal di Dubai. Dengan semakin gencarnya pembangunan sektor konstruksi dan properti sementara harga sewa terus meningkat, dikhawatirkan akan mengakibatkan terjadinya efek ”bubble burst” dimana terjadi penurunan dalam perkembangan sektor porperti yang akan memicu kemunduran berbagai sektor ekonomi lainnya. Pemerintah Dubai tampaknya telah mengantisipasi kemungkinan tersebut dengan dikeluarkannya Keputusan baru yang membatasi kenaikan harga sewa properti sebesar 7 persen.
Kontribusi sektor retail dalam GDP Dubai Bisnis retail yang saat ini sedang mendominasi kegiatan perdagangan Dubai ternyata memberikan kontribusi cukup besar bagi penerimaan emirat ini. Hal ini dinyatakan oleh Dirjen Pasar Uang Dubai dan Wakil Ketua Departemen Ekonomi Dubai dalam sebuah seminar prospek bisnis retail di Dubai. Sumbangan sektor retail dalam perhitungan GDP Dubai mencapai 60%. Menurut catatan Departemen Ekonomi Dubai, 72% dari ijin usaha yang dikeluarkan setiap tahun adalah sektor perdagangan retail. Catatan : Bidang perdagangan dan retail memainkan peran yang cukup penting dalam roda perekonomian Dubai. Bea masuk yang rendah dan stabilitas keamanan yang terjaga membuat emirat ini menjadi pusat bisnis retail dan perdagangan yang paling ramai di kawasan Timur Tengah. Keberhasilan Dubai menjadi pusat perdagangan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menyediakan berbagai fasilitas untuk menciptakan Dubai sebagai pusat perdagangan, pariwisata dan hiburan.
Pembangunan pusat penelitian bioteknologi di Dubai Putra Mahkota Dubai merangkap Menteri Pertahanan Persatuan Emirat Arab Jenderal Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum meresmikan pembangunan pusat penelitian bioteknologi yang dinamakan Dubai Biotechnology and Research Park, dan diklaim sebagai freezone di bidang industri bioteknologi pertama di dunia. Pusat penelitian dengan luas 30 juta kaki persegi ini akan memiliki berbagai sarana infrastruktur dan suasana lingkungan tersendiri yang dibutuhkan oleh industri bioteknologi. Ide pendirian pusat penelitian ini dicetuskan oleh pimpinan emirat Dubai sewaktu pelaksanaan konperensi Kelompok 77 bidang Iptek di Dubai tahun 2002. Freezone ini akan terdiri dari dua bagian utama yaitu cluster industri dan Badan Penelitian dan Inovasi yang akan berupaya dalam mencari campuran sinergi bioteknologi dan farmasi, inovasi, litbang, percobaan, produksi, penyimpanan dan penjualan. Catatan : Proyek ini adalah salah satu dari impian pimpinan Dubai untuk menjadikan Dubai sebagai pusat industri IT termaju di kawasan. Selain di bidang bioteknologi, Dubai juga tengah membangun sebuah lembah silikon yaitu Dubai Oasis Silicon, dan telah memiliki kawasan industri IT lainnya yaitu Dubai Internet City, Dubai Media City dll.
Dubai terunggul dalam industri jasa perhotelan di kawasan Industri jasa perhotelan Dubai dan PEA pada umumnya menduduki tempat teratas dalam tingkat hunian dan jumlah kamar dibandingkan negara-negara di kawasan Teluk lainnya. Dengan hotel sejumlah 114 yang memililki 25.824 kamar, tingkat hunian hotel di PEA khususnya Dubai terbilang tinggi yaitu sekitar 93% dalam dua tahun terakhir. Bila proyek pulau buatan Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan proyek-proyek properti lainnya selesai maka Dubai akan memiliki lebih dari 300 hotel berbintang empat dan lima. Catatan : Industri perhotelan dan sektor hospitaliti lainnya memberikan konstribusi yang cukup besar bagi pendapatan emirat Dubai. Bahkan dalam perhitungan GDP, peran sektor pariwisata dan perhotelan menyamai persentase sektor migas.Perkembangan industri jasa perhotelan dan restoran di Dubai membutuhkan ribuan tenaga kerja asing, dan hal ini merupakan peluang baik untuk meningkatkan pengiriman tenaga kerja sektor formal Indonesia ke PEA. Saat ini sekitar 2000 TKI yang bekerja di sektor formal PEA diantaranya sektor perhotelan dan restoran.
Investasi real estate Dubai mencapai US$ 50 milyarMenurut laporan National Bank of Dubai, investasi di bidang real estate Dubai diperkirakan akan mencapai US$ 50 milyar pada tahun 2010. Perekonomian Dubai sejak tahun 1996 mengalami kenaikan rata-rata 8,6 persen di sektor non migas dan hal ini diramalkan akan tetap berlanjut bahkan lebih cepat akibat perkembangan di sektor konstruksi, pariwisata, pembangunan real estate dan kawasan bebas (free zone). GDP Dubai dari sektor non-migas akan naik sebesar 11 persen setahun sementara jumlah penduduk Dubai diperkirakan akan mencapai 2 juta jiwa pada tahun 2010. National Bank of Dubai mengusulkan agar pemerintah mulai memikirkan perekonomian yang tidak tergantung pada sektor migas, dengan demikian kualitas diversifikasi ekonomi yang ada harus ditingkatkan. Pembangunan real estate secara fisik harus dikurangi dan perhatian sebaiknya difokuskan kepada peningkatan kualitas jasa dan fasilitas yang ada sehingga aset tersebut dapat berproduksi secara maksimal. Bidang lain yang akan mendapatkan perhatian dalam peningkatan kualitas adalah sistim hukum, pasar modal khususnya yang berkaitan dengan kepentingan investor asing. Catatan : Perkembangan sektor properti yang sangat pesat telah mulai menunjukkan tahapan kejenuhan dalam kurva permintaan pasar. Disamping itu pembangunan sebagian proyek properti terkesan terburu-buru dan kurangnya perhatian para pembangun pada studi kelayakan dan dampak yang ditimbulkan pada lingkungan.
Pembukaan Dubai Gold and Commodities Exchange Putra Mahkota emirat Dubai Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum telah meresmikan mulai beroperasinya Dubai Gold Commodities Exchange minggu lalu. Fasilitas perdagangan emas ini akan dimanfaatkan oleh ribuan pedagang emas seluruh dunia dengan menggunakan teknologi canggih sistim penawaran dan pembeliannya. Sekitar 40 pedagang emas internasional telah terdaftar untuk meramaikan pasar emas modern dan terbesar di kawasan ini. Catatan : Fasilitas ini diharapkan akan memberikan pengaruh dalam fluktuasi harga perdagangan emas dunia yang selama ini dikuasai oleh pasar emas di London dan Tokyo. Pembukaan fasilitas perdagangan emas ini merupakan salah satu upaya perwujuan impian pimpinan Dubai untuk menjadikan emirat ini sebagai pusat perdagangan berbagai komoditi dan diperhitungkan dalam percaturan ekonomi dunia.
Kontribusi sektor manufaktur dalam perekonomian Dubai Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kadin Dubai, kontribusi sektor manufaktur terhadap GDP PEA adalah sebesar 13,7%, kedua terbesar setelah sektor migas yaitu sebesar 66,5 milyar Dirham setiap tahun. Nilai tersebut dihasilkan oleh 2.500 unit manufaktur yang mempekerjakan sekitar 264.000 orang. Emirat Dubai dan Sharjah merupakan 68% dari seluruh unit manufaktur PEA yang sebagian besar adalah industri logam dan kimia. Perusahaan milik negara Dubai Alumunium yang merupakan smelters terbesar di dunia diluar Rusia memproduksi billet dan foundry alloy dengan kapasitas produksi 659.000 ton setahun. Sedangkan kontribusi sektor perdagangan dan konstruksi pada GDP Dubai adalah sebesar 17 % dan 9%. Catatan : Sektor manufaktur adalah salah satu penggerak ekonomi yang diperkuat untuk menggantikan sektor migas. Selain alumunium, PEA juga memproduksi baja sebanyak 400.000 ton setahun yang dapat memenuhi 25% kebutuhan dalam negeri sehubungan dengan pembangunan sektor properti yang terus berkembang.
|
|
Al Hudaiba Comm 322 Villa No.1 Bur Dubai Phone: (971-4) 398-5666 Fax: (971-4) 398-0804 Designed and maintained by Economic Department of Indonesian Consulate General in Dubai Copyright © 2008 Indonesian Consulate General, Dubai - UAE
|