|
|
||||||||||||||||||||
|
Departemen Luar Negeri
Departemen Perdagangan
BPEN
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
|
||||||||||||||||||||
|
PEA adalah anggota World Trade Organization (WTO), walaupun negara ini menerapkan kebijakan perdagangan bebas namun praktek kegiatan bisnis tetap berada dalam koridor aturan WTO. Dubai mempunyai hubungan dagang dengan hampir seluruh negara di dunia kecuali Israel. Sesuai dengan posisinya sebagai pusat perdagangan, Dubai dibanjiri oleh produk dari berbagai negara dengan harga yang relatif murah karena bea masuk yang rendah (5%). Menurut data Department of Ports and Customs Dubai, impor Dubai pada tahun 2001, 2002 dan 2003 didominasi oleh Cina. Cina tampak agresif dalam upaya pemasaran produknya dengan mendirikan pusat pameran produk Cina di Sharjah (Chinamex) yang selalu mengadakan pameran dagang dan investasi setiap tahun. Produk Cina yang masuk ke Dubai meliputi semua kategori HS komoditi termasuk senjata api dan amunisi, komoditi andalannya adalah tekstil dan mesin. Masuknya produk Cina ke Dubai diiringi oleh semakin meningkatnya jumlah pekerja Cina yang bekerja di Dubai. Pemerintah Cina nampaknya memanfaatkan kebijakan ‘pintu terbuka’ pemerintah UEA dalam menerima pekerja asing untuk penyeimbang konstelasi jumlah ekspatriat asal Asia Selatan (India, Pakistan dll) yang sudah terlalu banyak. Mengingat tekstil adalah salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia ke Dubai, maka perlu diamati eksportir tekstil terbesar lainnya yaitu Korea Selatan dan India. India merupakan mitra dagang tradisionil bagi Dubai seiring dengan masuknya pendatang dari India seabad yang lalu. Sedangkan Korea termasuk ‘pemain’ baru dalam pasar tekstil Dubai namun telah berhasil menda-patkan pangsa pasar yang besar. Mitra dagang Dubai yang masuk dalam kategori sepuluh besar lainnya adalah Jepang,Inggris,Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Swiss, Italia dan Taiwan. Dalam sektor investasi, Dubai berhasil meningkatkan nilai investasi asing khususnya pada sejumlah free zone. Nilai foreign direct investment (FDI) Dubai pada tahun 2003 lebih dari US$ 100 juta dan sebagian besar terpusat di Jebel Ali free zone yang terletak di pelabuhan laut Jebel Ali. Investor asing utama di Dubai adalah Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Korea Selatan, India, Iran serta perusahaan-perusahaan multinasio-nal Eropa seperti ABB, Shell, BASF, Unilever dll. Berdasarkan data dari Dubai External Statistic 2006 yang diterbitkan oleh Pemerintah Dubai beberapa hari yang lalu, bersama ini dengan hormat kami sampaikan beberapa catatan mengenai perkembangan perdagangan luar negeri Dubai dan volume perdagangan bilateral Indonesia – Dubai selama tahun 2006. Nilai ekspor Emirat Dubai pada tahun 2006 mencapai 18,2 milyar Dirham (US$ 5 milyar) atau mengalami kenaikan sebesar 63 % yaitu dari 11,2 milyar Dirham (US$ 3,07 milyar) pada tahun 2005. Peningkatan terjadi di semua HS komoditi ekspor kecuali pada binatang hidup, produk sayuran dan wood pulp, cork, straw & basketware. Peningkatan terbesar terutama pada logam mulia serta peralatan optikal, musik dan medis. Nilai impor Dubai juga mengalami peningkatan sebesar 15 % yaitu dari 190 milyar Dirham (US$ 52,2 milyar) pada tahun 2005 menjadi 219,8 milyar Dirham (US$ 60,2 milyar). Nilai re-eskpor mengalami sedikit penurunan sebesar 1 %, yaitu dari 78,8 milyar Dirham (US$ 21,6 milyar) pada tahun 2005 menjadi 78,3 milyar (US$ 21,4 milyar). Impor Dubai dari negara-negara ASEAN pada umumnya mengalami peningkatan, kecuali Laos dan Singapura yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 99% dan 16%. Peningkatan terutama dialami Brunei sebesar 454 %, Myanmar (54 %), Vietnam (30%), Filipina (29%), Kamboja (28%), Thailand (22%) dan Malaysia (17%). Nilai perdagangan tertinggi dicapai oleh Malaysia sebesar 5,8 milyar Dirham (US$ 1,6 milyar) kemudian diikuti oleh Thailand 3,2 milyar Dirham (US$ 900,7 juta) dan Singapura 3,1 milyar Dirham (US$ 852,9 juta). Nilai perdagangan Indonesia - Dubai pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dari US$ 757,2 juta menjadi US$ 850,3 juta. Peningkatan terjadi pada 12 komoditi dari seluruh HS komoditi (20 kode HS). Peningkatan terbesar terdapat pada komoditi kendaraan, suku cadang pesawat dan perlengkapan transportasi yaitu sebesar 195%, diikuti oleh produk karya seni (165%), peralatan optikal, medis, ukur, musik dan jam (56%), logam dasar dan produk turunannya (23%), bahan makanan olahan (22%), peralatan mesin, listrik dan elektronik (18%) dan produk lainnya dengan peningkatan rata-rata sebesar 9%. Penurunan terjadi pada delapan komoditi yaitu pada komiditi minyak dan lemak hewani dan nabati sebesar 59 %, jangat dan kulit mentah dan barang dari kulit sebsar 28% dan beberapa jenis komoditi lainnya (tabel terlampir). Perdagangan bilateral Indonesia - United Arab Emirates 2004-2007 ( in million US$)
Source: Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
Nilai tertinggi impor dari negara ASEAN masih dimiliki oleh Malaysia dengan peningkatan sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan besar yang dialami Malaysia terdapat pada produk karya seni (meningkat 1.313%) dan bubur kertas, gabus, kertas dan cetakan (180%). Namun apabila dilihat dari peningkatan impor terbesar, dipegang oleh Brunei (454%) meskipun nilainya baru mencapai 121,8 ribu Dirham (US$ 33,3 ribu). Nilai re-ekspor Dubai pada tahun 2006 adalah sebesar 24,7 % dari total nilai perdagangan, dan mengalami sedikit penurunan yaitu sebesar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut tampaknya tidak akan terlalu berpengaruh terhadap peran Dubai sebagai hub perdagangan di kawasan. Tekstil dan produk tekstil masih menjadi komoditi ekspor andalan Indonesia ke Dubai dan pada tahun 2006, ekspor tekstil tersebut mencapai 638,3 juta Dirham (US$ 174,8 juta) atau mengalami peningkatan sebesar 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan ini merupakan hal yang menggembirakan mengingat sejak tahun 1999, ekspor tekstil Indonesia terus mengalami penurunan, terlebih dengan semakin derasnya arus ekpor tekstil dari RRC yang berharga relatif lebih murah dengan kualitas baik.
|
||||||||||||||||||||
|
Al Hudaiba Community 322 Villa No.1 Bur Dubai Phone: (971-4) 398-5666 Fax: (971-4) 398-0804 Designed and maintained by Indonesian Consulate General in Dubai Copyright © 2008 Indonesian Consulate General, Dubai - UAE
|
||||||||||||||||||||